Find The Way to Heaven

Blog ini saya buat untuk berbagi diantara kita, apakah itu Diskusi, Forum, Komentar, maupun Bisnis yang bertujuan untuk mencapai cita-cita serta tujuan hidup kita kelak

Tuesday, October 10, 2006

Find The Way To Heaven

Ayah

Seorang gadis kecil berlari-lari, rambutnya terurai kusut. Ia mengangisijenazah ayahnya yang diusung menuju peristirahatannya yang terakhir.

Menyaksikan iring-iringan jenazah lewat di depan rumahnya, Hasan Al Basri yang sedang duduk-duduk di depan pintu bangkit ikut bergabung dalam iring-iringan itu. Setelah pemakaman dilihatnya gadis kecil itu memeluk makam ayahnya dan ia berkata, “Ayahku, mengapa hari seperti ini singgah dalam umurmu?” ratap gadis kecil itu dengan pilu.

“Ayahku, malam ini engkau sendirian t6erbaring dalam kegelapan kubur tanpa lampu dan penghibur. Jika malam kemarin aku masih bias menerangimu dengan lampu, tapi siapakah yang menerangimu malam ini, dan siapa pula yang menghiburmu?”

“Ayahku, malam kemarin aku masih bias menggelar hamparan tikar untuk tidurmu, tapi siapakah yang menghamparimu nanti malam? Jika malam-malam kemarin aku bias memijiti tangan dan kakimu, taetapi siapakah yang memijitimu sekarang? Jika malam kemarin akulah yang memberimu minuman, siapakah yang memberi minuman untukmu nanti malam? Jika dahulu aku dapat membantumu menggulingkan tubuhmu yang renta, tetapi siapakah kini yang merawatmu?”

“Ayahku, jika dahulu aku yang menyelimuti tubuhmu yang tersingkap, tetapi kini siapa yang menyelimuti? Kemarin engkau masih bias memanggilku dan aku menjawab untukmu, tetapi malam ini siapakah yang engkau panggil, dan siapa yang menyahutimu?”

“Ayahku, jika kemarin enghkau minta makan dan aku yang melayanimu, apakah nanti malam ada makanan untukmu dan siapakah yang melayanimu?”

Mendengar ratapan anak gadis itu, meleleh air mata Hasan Al Basri. Lalu didekatinya gadis kecil itu seraya berkata : “Anakku, kau jangan mengucap begitu, tapi ucapkanlah : Wahai ayahku, engkau telah kukafani dengan sebungkus kafan, tetapi masihkah engkau mengenakan kafan itu besok? Aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau atau sudah mulai digerogoti cacing?”

“Ayahku, orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok akan ditanya tentang imannya. Diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada Cuma membisu. Adakah Ayah nanti bisa menjawab atau hanya membisu?”

“Ayahku , orang alim berkata bahwa kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah, bertambah luaskah atau bertambah sempit?”

“Ayahku, orang alim berkata bahwa kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan syurga dan ada pula yang dari neraka. Kain kafan darimana yang ayah gunakan sekarang?”

“Ayahku, orang alim berkata bahwa kuburan itu merupakan secuil taman dari taman syurga, tapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yanmg kupikirkan, bagaimana kuburan ayah sekarang? Taman Syurga atau Lubang Neraka?”

“Ayahku, orang alim berkata bahwa liang kubur bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang si mayat. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang, jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur”

“Ayahku, orang alim berkata, orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dahulu semasa hidupnya tak memperbanyak amalan bagus, pendurhaka, dan banyak melakukan maksiat yang kutanyakan pada ayah, apakah engkau termasuk yang menyesali karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit melakukan amal kebagusan?”

“Ayahku, dahulu aku memanggilmu tentu engkau menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak mau lagi menjawabku. Engkau kini telah berpisah denganku dan tak bersua lagi sampai hari kiamat, semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku dengan-mu”

Mendengar nasihat Hasan Al Basri itu, gadis itu bangkit seraya berkata: “Betapa bagus nasihatmu itu, semoga ayahku termasuk kedalam golongan orang yang dikasihi Allah.” Amin. (mr.R) (dikutip dari “Bahan Renungan Kalbu”, Ir. Permadi Alibasyah)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home