Find The Way to Heaven

Blog ini saya buat untuk berbagi diantara kita, apakah itu Diskusi, Forum, Komentar, maupun Bisnis yang bertujuan untuk mencapai cita-cita serta tujuan hidup kita kelak

Saturday, October 14, 2006

Terlena

Saya jadi ingat cerita seokor burung yang pernah saya baca dari sebuah buku sebagai bahan renungan. Singkat cerita, burung itu sedang terbang di angkasa pada musim dingin, karena terlampau dingin hingga turun salju dengan lebat, maka tiba-tiba burung yang sedang terbang itu jatuh tidak dapat terbang karena membeku sayapnya. Ketika sudah jatuh ia sulit untuk menggerakkan sayapnya. Tiba-tiba lewat seekor sapi, ketika lewat tepat diatas burung itu si sapi itu membuang kotorannya dan tepat mengenai burung tersebut sehingga tubuhnya tertutup semua oleh kotoran sapi tadi. Kontan munculah sumpah serapah dari si burung tadi,"sialan tuh sapi pada situasi yang tidak berdaya, masih saja tertimpa musibah". Lalu beberapa saat kemudian si burung sudah dapat merasakan gerakan sayapnya, walaupun sedikit demi sedikit dikarenakan hawa panas dari kotoran tadi melelehkan es di tubuh si burung. Bersamaan dengan itu lewatlah seokor kucing tepat di hadapan si burung tadi, lalu si burung bergumam,"wah gawat...! bisa mati aku...." karena ia masih susah untuk terbang lagi karena masih banyak kotoran sapi yang menempel di tubuh burung tadi. Ketika kucing itu mendekat burung itu dijilati, jilatan demi jilatan sehingga bersih kembali tubuh burung tersebut. Si burung bergumam lagi, "ooo...ternyata kucing ini baik sekali, karena sudah membersihkan tubuhku dari kotoran sapi yang menyebalkan ini" dan merasa keenakan si burung jadi "terlena" akan jilatan-jilatan kucing tersebut dan merasa tenang dan nyaman di dekat si kucing tadi. Tetapi lama-kelamaan ketika tubuh si burung sudah kembali bersih seperti sedia kala, masih saja si burung merasa keenakkan karena dijilati oleh si kucing, malah jadi tertidur si burung tadi. Tapi, tiba-tiba si kucing tadi menerkam dan memakan burung tadi dengan seketika. Tanpa bisa sempat berpikir dan berkata-kata lagi matilah si burung tadi.

Teman, bila anda menyimak kisah tadi tentu ada hikmah yang mungkin dapat diambil oleh kita semua bagaimana kita ini hidup seharusnya, karena hidup itu sementara sifatnya

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home