Mencela Jiwa untuk Bermunajat
..."Manshur bin Ammar berkata: "Pada suatu malam di Kufah aku mendengar seorang ahli ibadah bermunajat kepada Tuhannya, "wahai Tuhanku, demi kemuliaan-Mu, aku tidak bermaksud menentang-Mu ketika aku bermaksiat, dan aku tidak bermaksud mendurhakai-Mu ketika aku bermaksiat kepada-Mu, karena aku tidak mengetahui kedudukan-Mu, tidak dapat menghindar dari hukuman-Mu, dan tidak dapat bersembunyi penglihatan-Mu. Aku bermaksiat semata-mata karena godaan jiwaku, karena terdorong oleh kecelakaanku, karena aku terpedaya oleh tabir-Mu yang Engkau labuhkan padaku sehingga aku bermaksiat kepada-Mu karena kebodohanku dan aku menentang-Mu dengan perbuatanku. Siapa yang bisa membebaskanku dari siksa-Mu sekarang...? Dengan tali siapakah aku harus berpegangan...jika Engkau telah memutuskan tali-Mu dariku...? Betapa buruknya berdiri di hadapan-Mu nanti, apabila dikatakan kepada orang-orang yang ringan bebannya, "Teruslah berjalan...", dan dikatakan oleh orang-orang yang berat bebannya, "Berhentilah...!". Apakah bersama orang-orang yang ringan beban aku terus berjalan atau bersama orang-orang yang berat beban aku berhenti ? Duhai celakanya aku...! Semakin tua usiaku semakin banyak pula dosaku. Duhai celakanya aku...! Semakin panjang usiaku semakin banyak banyak pula kemaksiatanku, sampai kapan aku bertaubat...? dan sampai kapan aku kembali ? Tidakkah telah tiba saatnya untuk malu kepada Tuhanku."(...ku kutip dari buku yang pernah kubaca)
..."Manshur bin Ammar berkata: "Pada suatu malam di Kufah aku mendengar seorang ahli ibadah bermunajat kepada Tuhannya, "wahai Tuhanku, demi kemuliaan-Mu, aku tidak bermaksud menentang-Mu ketika aku bermaksiat, dan aku tidak bermaksud mendurhakai-Mu ketika aku bermaksiat kepada-Mu, karena aku tidak mengetahui kedudukan-Mu, tidak dapat menghindar dari hukuman-Mu, dan tidak dapat bersembunyi penglihatan-Mu. Aku bermaksiat semata-mata karena godaan jiwaku, karena terdorong oleh kecelakaanku, karena aku terpedaya oleh tabir-Mu yang Engkau labuhkan padaku sehingga aku bermaksiat kepada-Mu karena kebodohanku dan aku menentang-Mu dengan perbuatanku. Siapa yang bisa membebaskanku dari siksa-Mu sekarang...? Dengan tali siapakah aku harus berpegangan...jika Engkau telah memutuskan tali-Mu dariku...? Betapa buruknya berdiri di hadapan-Mu nanti, apabila dikatakan kepada orang-orang yang ringan bebannya, "Teruslah berjalan...", dan dikatakan oleh orang-orang yang berat bebannya, "Berhentilah...!". Apakah bersama orang-orang yang ringan beban aku terus berjalan atau bersama orang-orang yang berat beban aku berhenti ? Duhai celakanya aku...! Semakin tua usiaku semakin banyak pula dosaku. Duhai celakanya aku...! Semakin panjang usiaku semakin banyak banyak pula kemaksiatanku, sampai kapan aku bertaubat...? dan sampai kapan aku kembali ? Tidakkah telah tiba saatnya untuk malu kepada Tuhanku."(...ku kutip dari buku yang pernah kubaca)




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home