Mencela Diri
Seorang ahli ibadah, Manshur bin Ammar berkata: "pada suatu malam di Kufah aku mendengar seorang ahli ibadah bermunajat kepada Allah SWT seraya berkata: 'Wahai Tuhanku, demi kemuliaan-Mu, aku tidak bermaksud menentang-Mu ketika aku bermaksiat, dan aku tidak bermaksud mendurhakai-Mu ketikaaku bermaksiat kepada-Mu, karena aku tidak mengetahui kedudukan-Mu, tidak dapat menghindar dari hukuman-Mu, dan tidak dapat bersembunyi dari penglihatan-Mu. Aku bermaksiat semata-mata karena godaan jiwaku, karena terdorong oleh kecelakaanku, karena aku terpedaya oleh tabir-Mu yang Engkau labuhkan padaku sehingga aku bermaksiat kepada-Mu karena kebodohanku dan aku menentang-Mu dengan perbuatanku. Siapakah yang dapat membebaskanku dari siksa-Mu sekarang ? Dengan tali siapakah aku harus berpegangan jika Engkau telah memutuskan tali-Mu dariku ? Betapa buruknya berdiri di hadapan-Mu nant, apabiladikatakan kepada orang-orang yang ringan bebannya, 'Teruslah berjalan' , dan dikatakakan kepada orang-orang yang berat bebannya, 'Berhentilah'. Apakah bersama orang-orang yang ringan beban aku terus berjalan ataukah bersama dengan orang-orang yang berat beban aku berhenti ? Duhai celaka aku! Semakin tua usiaku semakin banyak pula dosaku. Duhai celaka aku! Semakin panjang usiaku semakin banyak pula kemaksiatanku, sampai kapan aku bertaubat dan sampai kapan aku kembali ? Tidakkah telah tiba saatnya untuk malu kepada Tuhanku."(Dikutip dari buku "Mensucikan Jiwa")




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home