Find The Way to Heaven

Blog ini saya buat untuk berbagi diantara kita, apakah itu Diskusi, Forum, Komentar, maupun Bisnis yang bertujuan untuk mencapai cita-cita serta tujuan hidup kita kelak

Wednesday, January 17, 2007

Tanggap dan Waspada
Beberapa hari yang lalu, istri saya bercerita, bahwa ketika sedang mengantar anak kami sekolah naik angkutan umum sewaktu mereka sampai dan turun, lalu membayar lewat jendela pintu depan angkutan tersebut dan ketika menanti kembalian dari uang yang istri saya bayarkan, tiba-tiba angkutan itu lari tancap gas tanpa memberikan kembalian tersebut. Istri saya berkata,"jadi sebel sama sopir angkutan tadi...". Lalu saya jawab," lain kali bayar dulu dan tunggu atau minta kembaliannya, baru kamu turun...". Biarlah kejadian itu (kembalian ongkos kamu) menjadi rezekinya si sopir itu, halal atau tidaknya kita serahkan pada Allah SWT saja. Jadi disini kita harus tanggap dan waspada dengan segala sesuatunya di sekitar kita.

Mengharap Ridho-Mu
...Abdul Husain adh-Dharir berkata:"tanda kebahagiaan itu adalah takut kesengsaraan. karena rasa takut adalah kendali antara Allah ta'ala dan hamba-Nya, dan bila kendalinya putus maka ia akan binasa bersama orang-orang yang binasa".
Hikmah yang disampaikan diatas sama halnya dengan yang saya rasakan yaitu, setiap orang berharap sesuatu yang disukai, berharap akan berhasil, pasti takut jika yang diharapkannya itu luput. Dan apabila tidak takut maka dia berarti tidak mencintainya, sehingga dengan penantiannya itu dia tidak bisa disebut sebagai orang yang berharap.

Mencela Jiwa untuk Bermunajat

..."Manshur bin Ammar berkata: "Pada suatu malam di Kufah aku mendengar seorang ahli ibadah bermunajat kepada Tuhannya, "wahai Tuhanku, demi kemuliaan-Mu, aku tidak bermaksud menentang-Mu ketika aku bermaksiat, dan aku tidak bermaksud mendurhakai-Mu ketika aku bermaksiat kepada-Mu, karena aku tidak mengetahui kedudukan-Mu, tidak dapat menghindar dari hukuman-Mu, dan tidak dapat bersembunyi penglihatan-Mu. Aku bermaksiat semata-mata karena godaan jiwaku, karena terdorong oleh kecelakaanku, karena aku terpedaya oleh tabir-Mu yang Engkau labuhkan padaku sehingga aku bermaksiat kepada-Mu karena kebodohanku dan aku menentang-Mu dengan perbuatanku. Siapa yang bisa membebaskanku dari siksa-Mu sekarang...? Dengan tali siapakah aku harus berpegangan...jika Engkau telah memutuskan tali-Mu dariku...? Betapa buruknya berdiri di hadapan-Mu nanti, apabila dikatakan kepada orang-orang yang ringan bebannya, "Teruslah berjalan...", dan dikatakan oleh orang-orang yang berat bebannya, "Berhentilah...!". Apakah bersama orang-orang yang ringan beban aku terus berjalan atau bersama orang-orang yang berat beban aku berhenti ? Duhai celakanya aku...! Semakin tua usiaku semakin banyak pula dosaku. Duhai celakanya aku...! Semakin panjang usiaku semakin banyak banyak pula kemaksiatanku, sampai kapan aku bertaubat...? dan sampai kapan aku kembali ? Tidakkah telah tiba saatnya untuk malu kepada Tuhanku."(...ku kutip dari buku yang pernah kubaca)